Tuesday, 16 November 2010

PERANAN ROH KUDUS DALAM PELAYANAN FIRMAN ALLAH


Roh Kudus harus dijadikan pendukung utama dalam pelayanan firman Allah jika kita mahu pelayanan firman Allah itu benar-benar menjadi pemangkin bagi pertumbuhan iman para anggota Jemaah.  Kurnia Roh Kudus seperti pemberita Injil, gembala, utusan gerejani dan rasul adalah kurnia yang khusus bagi pertumbuhan gereja[87].

Roh Kudus telah dicurahkan ke dunia pada Hari Pentakosta (Kis 2:1-13) dan sejak itu sangat nyata bahawa Dia bekerja dalam pelayanan di kalangan murid Tuhan Yesus yang telah menyebarluaskan Berita Baik bermula di Yerusalem sampai kepada hujung bumi.  Dari peristiwa ini, kita dapat simpulkan bahawa pelayanan Roh Kudus sangat penting di dalam pemberitaan Injil Kristus lalu rasul Paulus menulis:

Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.  Baik perkataanku mahupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung  pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah (1 Kor. 2:3-5).

Apabila pemberitaan firman Allah itu hanya bergantung kepada hikmat atau kekuatan manusia sudah pasti pemberitaan itu tidak banyak membawa hasil.  Ramai pengkhutbah yang sudah biasa memulakan khutbah dengan memohon kekuatan daripada Roh Kudus di dalam penyampaian khutbah.  Ini sangat baik dan memang perlu namun peranan Roh Kudus di dalam penyampaian khutbah bermula lebih awal daripada itu.  Ia bermula ketika seseorang itu menerima lahir baru (baptisan) daripada Roh Kudus.  Penerimaan kita akan baptisan Roh Kudus yang akan menentukan sama ada kita mampu berkhutbah dengan kekuatan Roh atau kita hanya bergantung kepada kekuatan dan hikmat manusia semata-mata.  Salah satu kurnia Roh Kudus adalah pelayanan.

Kurnia pelayanan adalah kemampuan istimewa yang diberikan oleh Allah kepada beberapa anggota dalam tubuh Kristus untuk mengenal keperluan-keperluan yang belum dipenuhi yang termasuk suatu tugas yang berhubungan dengan pekerjaan Tuhan serta menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi keperluan-keperluan itu dan membantu mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan[88].

Roh Kudus merupakan anggota Tritunggal yang selalu diabaikan malah ada di kalangan hamba Allah yang terang-terangan menolak-Nya lalu kita tidak hairan apabila penyampaian khutbah itu boleh diibaratkan sekadar memenuhi ruang acara ibadah.  Orang Kristian mengaku percaya kepada Roh Kudus sebagaimana mereka ucapkan dalam pengakuan Iman Rasuli “Aku percaya kepada Roh Kudus” namun sekadar melafazkan kata ‘percaya’ tidak menunjukkan bahawa Roh Kudus diberi tempat utama dalam memimpin kehidupan seseorang terutama jika seseroang itu adalah berperanan sebagai pelayan Firman Allah.

Dalam pada itu, kita akan berusaha untuk mengetengahkan kepada semua pembaca tentang peranan Roh Kudus dalam kehidupan pelayanan Tuhan Yesus dan para murid-Nya selepas Tuhan Yesus naik ke syurga.

A)                Peranan Roh Kudus dalam Pelayanan Tuhan Yesus

Tuhan Yesus telah dikandung daripada Roh Kudus dan membesar di dalam pimpinan Roh Kudus dan Dia adalah Putera yang telah dijanjikan Allah untuk menyelamatkan manusia daripada dosa.  Dia sebagai Anak Allah yang telah menjadi manusia pun tidak memulakan pelayanan-Nya sebelum Dia menerima baptisan Roh Kudus.  Tuhan Yesus mengabdikan diri-Nya sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus di dalam melaksanakan tugas pelayanan-Nya sehingga mati di kayu salib.  Kita boleh menelusuri proses-proses yang telah dilalui oleh Tuhan Yesus ketika Dia mempersiapkan diri-Nya secara rohani sebelum Dia memulakan pelayanan-Nya[89].

i)                    Roh Kudus telah Membaptis Tuhan Yesus

Lukas 3:22a “...dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya...”

Ketika kita membaca ayat ini, apa yag sering berlaku ialah kita hanya melihat tentang upacara pembaptisan air yang dialami oleh Tuhan Yesus tanpa melihat peristiwa yang lebih penting di dalamnya.  Kita diberitahu oleh penulis Injil Lukas bahawa Roh Kudus turun ke atas Tuhan Yesus dalam rupa burung merpati dan suara dari atas kedengaran sebagai satu pengisytiharan tentang Yesus sebagai Anak Allah yang dikasihi-Nya.  Inilah saat Yesus menerima baptisan Roh Kudus yang jauh lebih penting bagi-Nya berbanding pembaptisan air.  Tuhan Yesus sebenarnya tidak perlu menjalankan pembaptisan air sebab Dia tidak berdosa tetapi hanya untuk mengidentifikasikan (menyamakan) diri-Nya dengan manusia yang berdosa (Mat 3:14-15).

Gereja sering membuat istilah yang mengelirukan tentang pembaptisan.  Harus ada usaha untuk membezakan di antara baptisan air dan baptisan Roh Kudus sebab pembaptisan air tidak bererti seseorang itu juga sudah dibaptis dengan Roh Kudus.  Ini dapat dibuktikan dengan tingkah laku orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus dan sudah menerima baptisan air tetapi langsung tidak menyedari bahawa mereka menghujat Roh Kudus apabila mereka mengolok-olokkan kurnia Roh Kudus khususnya kurnia bahasa lidah bahkan di kalangan pendeta/pastor pun ada yang terang-terangan menghujat Roh Kudus kerana mereka belum memiliki Roh Kudus.  Bagi Tuhan Yesus upacara pembaptisan air juga adalah upacara yang sama di mana Dia menerima baptisan Roh Kudus.  Peristiwa itu adalah dua dalam satu. 

ii)                  Roh Kudus telah Memimpin Tuhan Yesus

Di dalam Injil Lukas 4:1 tercatat “ Yesus yang penuh dengan Roh Kudus kembali dari sungai Yordan lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun”.

Peristiwa seterusnya ialah Tuhan Yesus dicobai Iblis di padang gurun.  Dalam keadaan lapar setelah berpuasa selama 40 hari dan 40 malam, Tuhan Yesus tidak terpengaruh dengan tipu muslihat Iblis untuk memerintah batu-batu menjadi roti.  Ramai hamba Allah yang begitu mudah jatuh dalam pencobaan sebab selagi belum menerima baptisan Roh Kudus, mereka hanya bersandar kepada kekuatan manusia.

Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, pernah menikmati kurnia syurgawi, dan yang  pernah mendapat bahagian dalam Roh Kudus dan yang menikmati firman yang baik daripada Allah dan kurnia-kurnia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi tidak mungkin akan dibaharui sekali lagi sedemikian sehingga mereka bertaubat sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di depan umum (Ibr 6:4-6)

Mereka yang sudah menerima baptisan Roh Kudus pun tidak ada jaminan bahawa mereka akan terus hidup dalam kebenaran firman Allah kecuali mereka terus menerus hidup dibawa pimpinan Roh Kudus.  Iblis akan berusaha untuk menjatuhkan orang-orang yang diurapi oleh Roh Kudus sebab kejatuhan orang-orang seperti itu akan memberi impak yang besar kepada penyebaran kerajaan Allah di dunia ini.  Jadi, setiap hamba Allah yang sudah memiliki kurnia Roh Kudus harus waspada jangan sampai jatuh dalam dosa sebab mereka yang murtad tidak mungkin akan dibaharui sekali lagi sedemikian sehingga mereka bertaubat sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di depan umum.  Mereka bukan tidak lagi akan diampuni tetapi keadaan sekeliling tidak membantu mereka untuk bertaubat dan kembali lagi kerana Iblis dalam rupa-rupa rakan sepelayanan dahulu tetap akan memandang cerung kepada seseorang yang pernah berada di atas puncak pelayanan tetapi tiba-tiba jatuh dalam dosa.

Hamba Allah yang benar-benar terpilih untuk melayani Allah harus memulakan pelayanannya dengan berpuasa setelah menerima baptisan Roh Kudus sebab ini akan membuatnya lebih peka kepada suara Roh Kudus.  Berilah beberapa waktu untuk berpuasa agar kita mempunyai waktu yang benar-benar bersendirian dengan Tuhan Yesus.

iii)                Roh Kudus Adalah Sumber Kuasa Tuhan Yesus

Dalam Injil Lukas 4:14 tertulis, “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea....”

Ayat ini menjelaskan bahawa Yesus memulakan pelayanan-Nya di dalam kuasa Roh Kudus.  Setakat ini, kita sudah diberitahu bahawa Dia telah menerima baptisan Roh Kudus (Luk 3:22) lalu Dia menjalankan puasa selama 40 hari dan 40 malam di padang gurun yang mana akhirnya Dia dicubai oleh Iblis (Mat 4:1-11) dan kini Dia kembali ke Galilea dalam kuasa Roh Kudus untuk memulakan pelayanan-Nya setelah Dia melalui beberapa proses untuk memurnikan diri-Nya.

Yesus sebagai Anak Allah pun memerlukan kuasa Roh Kudus sebelum Dia memulakan pelayanan-Nya.  Siapalah kita ini yang tidak memerlukan kuasa Roh Kudus untuk memampukan kita menunaikan tanggungjawab sebagai pelayan.  Seorang pelayan firman Allah juga memerlukan baptisan Roh Kudus agar ia mempunyai kuasa untuk menunaikan tugas pelayanan-Nya dengan berhasil.

iv)                Roh Kudus telah Mengurapi Tuhan Yesus

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Dia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan Khabar Baik kepada orang-orang miskin; dan Dia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang (Luk 4:18-19).

Inilah saat pengisytiharan daripada Tuhan Yesus sendiri secara rasmi bahawa Roh Kudus yang ada pada diri-Nya yang telah mengurapi-Nya untuk menyampaikan Berita Baik, membebaskan orang dalam tawanan, memberi penglihatan kepada orang buta dan mengisytiharkan penyelamatan daripada Allah telah datang.

Ketika Tuhan Yesus melancarkan pelayanan-Nya ayat Alkitab yang paling sesuai untuk dibaca adalah Yesaya 61:1-2 sebab dua ayat ini telah menggariskan bidang-bidang pelayanan-Nya iaitu untuk:-

a)      Memberitakan Berita Baik kepada orang-orang miskin
b)      Menyembuhkan hati yang hancur
c)      Memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan
d)      Memulihkan penglihatan bagi orang-orang buta
e)      Membebaskan orang-orang yang tertindas
f)       Memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Tuhan Yesus dulu pernah membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, pernah memulihkan penglihatan Bartimeus, pernah mengusir roh jahat, pelayanan-Nya menghasilkan pertaubatan di kalangan pelacur dan pemungut cukai pun bertaubat.  Yesus mengatakan bahawa kita boleh melakukan lebih besar daripada itu sebab sekarang Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan apapun yang kita minta kepada Bapa kita di syurga di dalam nama-Nya akan dikabulkan-Nya (Yoh 14:12).

Bidang pelayanan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus merupakan contoh bidang pelayanan bagi seorang hamba Allah.  Persiapan rohani yang telah dilalui oleh Tuhan Yesus juga merupakan persiapan rohani yang perlu dilalui oleh seorang pelayan, jauh lebih penting dari latihan akademik agar dia menjadi seorang pelayan yang benar-benar berhati pelayan yang terbeban terhadap pelayanannya.

Kita tidak dapat mengabaikan proses yang telah dilalui oleh Tuhan Yesus sebelum Dia memulakan pelayanan-Nya sebab Dia sebagai Gembala Agung kita adalah teladan yang terbaik.  Seorang pelayan tidak mempunyai pilihan selain mengikuti teladan Tuhan Yesus jika ia mahu menjadi pelayan yang berhasil dan yang melakukan kehendak Bapa di syurga.

B)                 Tujuan Pencurahan Roh Kudus

Pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta telah dinubuat oleh nabi Yoel (YL 2:28-29) yang mana rasul Petrus sekali lagi telah merujuknya di dalam Kisah Para Rsul 2:17-18:-

Akan terjadi pada hari-hari terakhir – demikian firman Allah bahawa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.  Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Ku curahkan Roh Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

Allah telah menunaikan janji-Nya seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yoel pada Hari Pentakosta bila Dia mencurahkan Roh-Nya.  Sekarang ini adalah hari-hari terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya.  Di antara tujuan Allah mencurahkan Roh-Nya kepada dunia ialah:-

i)                    Menginsafkan Dunia

Dalam Injil Yohanes 16:8 tercatat, “Dan kalau Ia datang Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman”.  Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia memungkinkan dosa yang tidak diketahui sebelumnya kini diketahui.  “Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa.  Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka” (Yoh. 15:22).

Pemberitaan firman Allah tidak akan mampu menyedarkan anggota Jemaah jika ia tidak disertai dengan kuasa Roh Kudus sebab hanya kuasa Roh Kudus yang mampu menyedarkan anggota Jemaah tentang dosa-dosa mereka sehingga mereka bertaubat.

ii)            Memberi Kelahiran Baru

Percakapan di antara Nikodemus dan Tuhan Yesus (Yoh 3) merupakan prosess kelahiran baru di mana ia bermula dengan kelahiran dari atas dan seterusnya dilahirkan dari air dan Roh.  Dilahirkan dari atas hanya membolehkan kita melihat kerajaan Allah (ayat 3) sementera dilahirkan dari air dan Roh (ayat 5) memampukan kita masuk ke dalam kerajaan Allah[90].

Seorang pengkhutbah hendaklah seorang yang sudah dilahirkan baru sebab pelayan seperti ini akan peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan mampu memimpin orang lain untuk mengalami lahir baru.  Pertumbuhan hidup rohani seseorang sesudah dilahirkan baru, di antaranya adalah seperti berikut[91].

a)      Semakin mencintai Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mrk 12:30);
b)      Hidup dalam kuasa Roh kudus (Ef 5:18);
c)      Buah-buah Roh Kudus kelihatan bekerja di dalam hidupnya (Gal 5:22-23);
d)      Bertambah dalam pengetahuan akan firman Allah (2 Tim 3:16-17);
e)      Rindu menghadiri persekutuan orang Kristian (Ibr 10:25);
f)       Rindu bersaksi tentang Tuhan Yesus (Mat 28-19-20);
g)      Tidak akan berkompromi dengan dosa (Kis 5:29); dan
h)      Mampu datang kepada Allah melalui puji-pujian (Mzm 22:4).

C)                 Tujuan baptisan Roh Kudus

Baptisan Roh Kudus adalah penting bagi orang Kristian dan untuk memahaminya kita perlu kembali kepada ayat-ayat Alkitab yang telah menyentuh tentang baptisan Roh Kudus.  Matius 3:11, Lukas 3:16, Markus 1:8 dan Yohanes 1:33 mengatakan bahawa Yesus sendiri yang akan membaptis kita dengan Roh Kudus.

Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat peribadi secara rohani kita telah menerima Roh Kudus (Yoh 20:22) tetapi setakat itu Roh Kudus belum mampu bekerja secara aktif di dalam kehidupan kita kerana Roh Kudus belum dibebaskan dari dalam hati kita.  Ketika Tuhan Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus[92], itulah saat pembebasan Roh Kudus.  Menerima Roh Kudus diibaratkan kita meminum segelas air sementara baptisan Roh Kudus adalah diibaratkan kita terjun ke dalam kolam mandi[93].  Air di dalam sebuah gelas dan air di dalam sebuah kolam mandi sama sifatnya tetapi dengan ukuran yang berbeza.  Orang yang meminum segelas air tidak akan kelihatan kesan di luar tubuhnya tetapi seseorang yang baru keluar dari kolam mandi, semua orang yang melihatnya akan mengetahui bahawa dia baru sahaja keluar dari kolam mandi.  Dia akan mengalami beberapa perubahan:  pakaiannya basah yang perlu diganti dengan pakaian baru (pembaharuan hidup), kalau ada kotoran yang melekat pada tubuhnya telah dibersihkan (penyucian) dan seorang yang sudah bersih tidak akan mencemarkan dirinya dengan perkara-perkara yang kotor (Why 3:4 - pengasingan diri dari dosa).

Orang Samaria dalam Kisah Para Rasul 8 telah dilahirkan dari atas, percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptis dengan air tetapi mereka belum menerima baptisan Roh Kudus sehingga rasul Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan ke atas mereka.  Penerimaan baptisan Roh Kudus adalah bukti bahawa kita benar-benar telah bertaubat sebab Simon, ahli sihir itu, tidak datang untuk menerima baptisan Roh Kudus kerana di dalam hatinya dikatakan bahawa masih banyak kejahatan yang tersembunyi (Kis 8:21-23).  Dia sudah dibaptis dengan air dan percaya kepada Tuhan Yesus tetapi ia belum bertaubat.

Seseorang yang belum diperbaharui hatinya tidak mungkin ia mahu menerima baptisan Roh Kudus sebab dosa adalah penghalang utama untuk menerimanya terutama dosa tidak percaya kepada firman Allah.  Dalam kitab Kisah Para Rasul telah tercatat empat peristiwa yang merujuk kepada baptisan Roh Kudus (2:1-4; 8:7; 10:44 dan 19:6) tetapi seseorang yang belum bertaubat tidak mungkin ia rindu untuk mengalaminya.

Melalui baptisan Roh Kudus kita akan menerima kepenuhan Roh Kudus (Kis 4:31 dan 9:17) dan penerimaan baptisan Roh Kudus adalah atas pilihan kita sendiri.  Walaupun Tuhan Yesus mengetahui bahawa kita memerlukan baptisan Roh Kudus khususnya di kalangan pelayan firman Allah, selagi kita tidak mahu melangkah di dalam iman untuk menerimanya, Yesus tidak pernah memaksanya ke atas sesiapapun juga.

Tuhan Yesus adalah Anak Allah, dikandung daripada Roh Kudus (Luk 1:35) dan membesar dalam pimpinan Roh Kudus tetapi kita tahu bahawa Dia hanya memulakan pelayanan-Nya setelah Dia dibaptis dengan Roh Kudus[94].  Siapalah kita ini yang tidak memerlukan baptisan Roh Kudus!  Di antara tujuan baptisan Roh Kudus:-

i)              Membebaskan Kurnia-Kurnia Roh Kudus

Kurnia-kurnia Roh Kudus seperti yang tercatat di dalam 1 Korintus 12:7-10 tidak dapat diterima dengan hanya berdoa sahaja.  Kurnia-kurnia itu akan mula beroperasi di dalam kehidupan seseorang apabila ia sudah menerima baptisan Roh Kudus sebab baptisan Roh Kudus yang akan membebaskan kurnia-kurnia Roh yang sebenarnya sudah pun diberikan kepada kita.

Iman yang boleh memindahkan gunung yang mana Tuhan Yesus maksudkan di dalam Matius 17:20 dan Matius 21:21 adalah iman yang merupakan kurnia Roh Kudus.  Yakobus juga merujuk kepada hal yang sama apabila ia mengatakan bahawa doa orang yang benar akan menyembuhkan orang sakit (Yak 5:15-16). [95]

Kurnia Roh Kudus yang sering kali menjadi tanda pertama bahawa seseorang itu telah menerima baptisan Roh Kudus adalah bahasa lidah (1 Kor. 14:4) kerana kurnia ini khusus untuk membangun diri sendiri.  Membangan diri sendiri maksudnya menguatkan iman kita sehingga kita memperoleh kurnia iman.  Seorang pelayan yang mahu membangunkan iman Jemaahnya, ia perlu terlebih dahulu membangunkan imannya sendiri barulah ia dapat membangunkan iman orang lain.  Sebah itu, bahasa lidah biasanya adalah kurnia Roh Kudus yang pertama-tama diterima apabila seseorang itu menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus melalui baptisan Roh Kudus[96].

Kalau kita dipenuhi oleh Roh Kudus sudah pasti bahasa lidah yang meluap keluar dari bibir kita sama juga dengan orang yang penuh dengan minuman keras sudah tentu bahasa minuman keras (bahasa aramai iti) yang akan keluar dari bibirnya [97].

ii)                  Memimpin Mengetahui Fikiran Allah

Ketika kita berkhutbah, kita menyampaikan firman Allah.  Bagaimanakah kita tahu dengan pasti bahawa apa yang kita sampaikan itu adalah kehendak Allah?  ‘Tetapi melalui Roh-Nya, Allah menyatakan rancangan-Nya kepada kita.  Roh Allah menyelidiki segala sesuatu bahkan rancangan Allah yang tersembunyi sekalipun” (1 Kor. 2:10).  Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya kuasa Roh Kudus di dalam hidup seorang pelayan sebab dia hanya dapat mengetahui kehendak Allah apabila ia dipimpin oleh Roh Kudus.

iii)                Memberi Kuasa Untuk Berkhutbah

Berkhutbah memerlukan kuasa dan Yesus telah berjanji untuk mengutus Roh Kudus kepada murid-murid-Nya yang sedang menunggu di bilik atas “....bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa...” (Kis 1:4).  Yesus berkata “...sebab Yohanes, membaptis dengan air tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”  (Kis 1:5).  Lalu Ia berkata lagi, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi (Kis 1:8).

Sepanjang catatan Kisah Para Rasul yang memakan masa kurang lebih 30 tahun, orang-orang percaya menerima baptisan dan kepenuhan Roh Kudus (Kis 2:4; 8:17; 10:44 dan 19:6).  Bandingkan Kisah Para Rasul 4:31, di mana murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi kembali dengan Roh Kudus:  “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”.  Keberanian untuk memberitakan kebenaran firman Allah tanpa rasa takut adalah hasil daripada kepenuhan Roh Kudus[98].

Kita diberitahu oleh Injil bahawa setelah Yesus dibangkitkan dari mati, murid-murid-Nya telah bertemu dengan-Nya.  Tetapi selama empat puluh hari Tuhan Yesus berada di atas bumi selepas Dia dibangkitkan, tidak ada catatan dalam Injil bahawa murid-murid-Nya sudah mula menyebarkan Berita Baik melainkan mereka kembali kepada pekerjaan mereka yang lama.  Petrus adalah mantan nelayan lalu ia kembali menjadi nelayan.  Injil melaporkan bahawa Yesus menemukan mereka di tepi danau sedang menangkap ikan sama seperti waktu dahulu ketika Yesus memanggil mereka untuk menjadi penjala manusia.

Keberanian mereka untuk memberitakan Berita Baik terjadi selepas Roh Kudus turun ke atas mereka pada Hari Pentakosta (Kis 2:1-4).  Keberanian kita untuk memberitakan firman Allah tanpa takut juga akan terjadi apabila kita menerima baptisan Roh Kudus.

Gereja Tuhan Yesus dimulakan pada Hari Pentakosta.  Pada hari itu, khutbah pertama telah disampaikan yang telah menyebabkan 3,000 jiwa menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan Yesus.

Dasar pelayanan Gereja Tuhan Yesus  yang benar-benar mengikut ajaran Alkitab adalah Kisah Para Rasul fasal 1 hingga 4.  Para pemimpin gereja yang mahu membangun gereja mereka secara rohani perlu mengkaji kembali empat fasal pertama dalam Kisah Para Rasul sebab itulah dasar sebuah gereja yang kukuh.  Namun pada zaman sekarang, kita jarang mendengar seorang gembala berkhutbah tentang 4 fasal pertama itu kecuali Kisah Para Rasul 2:41-47.  Ramai gembala yang merindukan kehidupan Jemaahnya seperti itu tanpa memikir mengapa kehidupan Jemaah yang pertama sedemikian rupa: mereka bertekun dalam pengajaran, persekutuan dan sebagainya.  Semua itu adalah akibat dari apa yang terjadi pada Hari Pentakosta, pencurahan Roh Kudus.

iv)                Memberi Kuasa Untuk Bersaksi bagi Yesus

Pemberitaan firman Allah adalah bersaksi tentang Tuhan Yesus.  Seorang pengkhutbah tidak ada alasan yang munasabah yang membolehkan dia hidup tanpa kuasa Roh Kudus sebagai penyampai firman Allah sebab Tuhan Yesus telah berjanji bahawa Roh Kudus apabila Ia turun nanti akan memberi kuasa kepada murid-murid-Nya menjadi saksi-Nya.

Walau bagaimanapun, menjadi saksi bagi Tuhan Yesus tidak terhad kepada kegiatan penginjilan atau berkhutbah sahaja melainkan kehidupan kita sendiri yang akan menjadi saksi bahawa Yesus diam di dalam diri kita lalu menarik orang lain untuk datang kepada Tuhan Yesus [99].

Petrus yang dahulunya pernah menyangkal Tuhan Yesus dapat bersaksi tentang Dia dengan begitu berkesan sekali sehingga 3,000 jiwa telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat peribadi mereka pada kali pertama ia berkutbah.  Ini semua disebabkan oleh baptisan Roh Kudus[100].

Murid-murid Tuhan Yesus sanggup disengsarakan dan menurut tradisi gereja rasul Yohanes dalam keadaan setengah mati telah dibuang ke Pulau Patmos.  Itu semuanya adalah kerana baptisan Roh Kudus yang membuatkan mereka  hidup penuh penyerahan (Flp 1:20) sehingga mereka sanggup mengorbankan nyawa untuk Tuhan Yesus[101].  Jika para pelayan gereja memiliki hidup penuh penyerahan, gereja mampu mencapai kemandirian.

v)                  Memberi Sinar Baru Terhadap Firman Allah

Yang terutama harus kamu ketahui ialah bahawa nubuatan-nubuatan dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsir menurut kehendak sendiri sebab tidak pernah nubuatan dihasilkan oleh kehendak manusia tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara atas nama Allah (2 Ptr 1:20-21).

Petikan ini menjelaskan bahawa kita tidak dapat mentafsirkan firman Allah dengan kekuatan sendiri sahaja melainkan kita perlu menjadikan Roh Kudus sebagai Guru untuk mengajar kita akan erti firman Allah.  Kita tidak mampu menyelam ertinya hanya semata-mata atas daya usaha kita sendiri atau kemahiran kita di dalam bidang eksegesis melainkan Roh Kuduslah yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran Alkitab (Yoh 16:13).  Paulus menulis “sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata sahaja, tetapi juga dengan kekuatan Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kukuh” (1 Tes 1:5a).

1 Korintus 2:14 menjelaskan bahawa soal-soal rohani hanya dapat difahami oleh mereka yang rohani.  Kebenaran firman Allah tidak terhad kepada apa yang tertulis di dalam Alkitab sahaja melainkan yang tersurat juga.  Injil Yohanes 14:26b mengatakan bahawa Dialah (Roh Kudus) yang akan mengajar segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan kita akan semua yang telah dikatakan oleh Tuhan Yesus.  Mereka yang sudah dibaptis dengan Roh Kudus dapat mentafsirkan Alkitab dengan lebih tepat dan dapat menerapkannya ke dalam kehidupan manusia sebab mereka melakukannya atas pimpinan Roh Kudus.

Mereka yang berpendidikan teologi, pelayanan mereka akan lebih berhasil sekiranya mereka rela menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan Yesus melalui baptisan Roh Kudus.  Paulus mempunyai pelayanan yang lebih luas dan berhasil berbanding rasul-rasul yang lain kerana ia adalah seorang yang terpelajar dan diurapi oleh Roh Kudus.  Ini membuktikan bahawa Allah menggunakan kelulusan akademik yang kita memiliki bagi kemuliaan-Nya tetapi sekiranya kita tidak rela menyerahkan hidup kita untuk melayani Dia dengan sungguh-sungguh, kelulusan akademik yang kita miliki tidak bererti bagi-Nya.

Bila kita sedar bahawa Roh Kuduslah yang mengajar kita tentang kebenaran Firman Allah, semangat kita akan dibangkitkan untuk lebih mendalamkan pembelajaran kita tentang Alkitab.  Ini akan menyelamatkan kita dari dua sikap yang salah terhadap penafsiran Alkitab[102].

a)         Kita menganggap bahawa atas usaha manusia untuk mempelajari/menafsir Alkitab kita sudah menjadi pakar Alkitab.  Dalam 1 Korintus 8:2 mengatakan bahawa jika ada orang menyangka bahawa ia mempunyai sesuatu ‘pengetahuan’, maka ia belum juga mencapai pengetahuan sebagaimana yang harus dicapainya.  Pengetahuan di sini adalah pengetahuan tentang Allah dan kebenaran-Nya.
b)         Sikap tidak menaruh keyakinan kepada Allah untuk mengajar kita tentang kebenaran firman-Nya.  Ini dapat dibuktikan dengan adanya pelayan firman Allah yang tidak mahu menerima kuasa daripada Allah melalui baptisan Roh Kudus.

Tidak ada seorangpun yang yang layak menerima baptisan Roh Kudus kerana itu bukan sesuatu yang kita peroleh melalui usaha kita melainkan ia adalah pemberian percuma daripada Allah.  Satu-satunya syarat yang telah ditetapkan oleh Alkitab untuk menerimanya adalah pertaubatan yang sungguh-sungguh (Kisa 2:38) sebab hanya mereka yang sudah bertaubat dengan sungguh-sungguh yang menyedari akan kelemahan mereka lalu hati mereka tergerak untuk datang kepada Tuhan Yesus untuk menerima baptisan Roh Kudus yang memberi kuasa kepada mereka (Kis 1:8).  Kita perlu ketahui bahawa baptisan Roh Kudus adalah kurnia Roh Kudus dan ia tersedia bagi semua yang percaya kepada Tuhan Yesus sama ada yang ada sekarang atau mereka yang akan datang nanti sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan kita (Kis 2:39).

D)        Roh Kudus Asas Pertumbuhan Iman Jemaah

Roh Kudus sebagai asas pertumbuhan iman para anggota Jemaah menuntut kita untuk memberi komitmen yang serius terhadap pelayanan Roh Kudus sebab tanpa pelayanan Roh Kudus sukar bagi anggota Jemaah mengalami pertumbuhan iman.  Apabila pelayanan Roh Kudus diabaikan:-

1)      Para pelayan firman Allah tidak mampu menyampaikan khutbah yang berkesan sebab mereka hanya bersandar kepada kekuatan manusia sahaja lalu khutbah kita tidak mampu membangun iman para anggota Jemaah;
2)      Kehidupan pemimpin/pelayan tidak menjadi teladan yang baik sebab kehidupan mereka tidak ada perbezaan dengan kehidupan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus;
3)      Para pelayan firman Allah tidak mempunyai kesaksian hidup yang baik sebab mereka tidak dapat mengasingkan diri dari dosa seperti kemabukan, rasuah, penyalahgunaan kuasa dan sebagainya;
4)      Pengertian firman Allah di kalangan pelayan adalah terlalu terhad (1 Kor. 2:14) yang menyebabkan bukan sahaja iman mereka yang tidak bertumbuh tetapi mereka cenderung untuk mengkufuri (menghujat) Roh Kudus (Mat 12:31-32) dan menyesat para anggota Jemaah daripada kebenaran; dan
5)      Mereka yang diharap-harapkan untuk mengajar akan kebenaran firman Allah kerana mereka inilah yang berpengetahuan tentang Kitab Suci ternyata mereka hanya menjadi penghalang bagi mereka yang ingin masuk ke dalam kebenaran firman Allah sedangkan mereka sendiri tidak mahu masuk ke dalamnya (Luk 11:52).

Berdasarkan lima perkara di atas, kita tidak ada pilihan selain memberi tempat yang sewajarnya kepada Roh Kudus di dalam kehidupan kita dan juga di dalam pelayanan gereja agar iman para anggota gereja akan bertumbuh.







[87] Peter Wagner, Manfaat Karunia Roh, Malang: Gandum Mas, hlm 11
[88] Peter Wagner, Manfaat Karunia Roh, Malang: Gandum Mas, hlm 228
[89] Sebahagian dari Khutbah penulis di Capel STS pada 18/9/2000.
[90] Di dalam teks yang lebih tua, ia menggunakan kata ‘dilahirkan dari atas’ dan bukan dilahirkan kembali.  Dilahirkan dari atas lebih tepat ertinya sebab kelahiran kembali adalah pekerjaan misteri Roh Kudus.  Perkataan ‘melihat’ (ayat 3) dan ‘masuk’ (ayat 5) dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan dalam Bahasa Melayu dengan satu perkataan sahaja iaitu ‘menikmati’.  Terjemahan ini telah menghilangkan proses kelahiran baru yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus ketika Ia berbicara dengan Nikodemus.  Penulis pernah meminta penjelasan daripada Dr Daud Soesilo sebagai salah seorang yang terlibat secara langsung di dalam penterjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Melayu.  Penjelasan yang ia telah berikan ialah kalau di Indonesia, panggilan ‘kakak’ bagi saudara yang lebih tua daripada kita belum tentu ia merujuk kepada seorang perempuan sebab di Indonesia sama ada perempuan atau lelaki, kedua-duanya dipanggil kakak tetapi di Malaysia panggilan kakak adalah khusus bagi saudara tua perempuan.  Penulis menyimpulkan bahawa bila satu kata pun ada dua ertinya, dua kata yang berlainan sudah pasti tidak mempunyai erti perincian yang sama.
[91] Yakub Ng, Gembala Anglikan, khutbah dalam Seminar Kerohanian Jemaah PCS Sinsuran pada tahun 1993.
[92] Dennis & Rita Bennett, The Holy Spirit and You, Old Tappan: Bridge Publishing, hlm 16-22.
[93] Ernst Leduning, Gembala SIB dalam khutbahnya ‘Alkitab dasar Kemandirian Gereja’ dalam Seminar Kerohanian Jemaah PCS Sinsuran pada tahun 1993.
[94] Gary D. Kinnaman, And Sign Shall Follow, Old Tappan: Chosen Books, hlm 35.
[95] David Pytches, Come Holy Spirit, Toronto: Holder and Stoughton, hlm13-14
[96] Gary D. Kinnaman, And Sign Shall Follow, Old Tappan: Chosen Books, hlm 59
[97] Ernst Leduning, Gembala SIB dalam khutbahnya ‘Alkitab dasar Kemandirian Gereja’ dalam Seminar Kerohanian Jemaah PCS Sinsuran pada tahun 1993.
[98] Gary D. Kinnaman, And Sign Shall Follow, Old Tappan: Chosen Books, hlm 59-66
[99] Ibid hlm 33-34
[100] James Muyau khutbah dalam Seminar Kerohanian Jemaah PCS Sinsuran pada tahun 1993
[101] Ernst Leduning, Gembala SIB dalam khutbahnya ‘Alkitab dasar Kemandirian Gereja’ dalam Seminar Kerohanian Jemaah PCS Sinsuran pada tahun 1993
[102] T. Norton Strerret, How to Understand Your Bible, Bombay: Joyti Pocketbooks, hlm 14-15.

No comments:

Post a Comment